Minggu, 19 Oktober 2008

PENDAHULUAN

Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang kekal. Tujuan ini melibatkan melibatkan Tuhan berdiam di dalam manusia dalam sebuah hubungan intim yang spesial yang disebut Perjanjian. Oleh karena perjanjian inilah, maka manusia dapat dibenarkan di hadapan Tuhan sehingga setiap langkah, penyembahan dan pelayanan mereka dapat menyenangkan dan berkenan di hadapan Tuhan. Usaha manusia untuk mendekati Tuhan di luar Perjanjian ini adalah dengan mendirikan kebenaran mereka sendiri, bukannya takluk kepada kebenaran Tuhan. Usaha ini adalah kesia-siaan, karena kesungguhan mereka tanpa pengertian yang benar tentang Tuhan – Roma 10:1-3

PELAYANAN DIBERIKAN KE BANGSA PILIHAN TUHAN, ISRAEL (Keluaran 4:21-23; 6:1-8; 19:4-6)

Tiga bulan setelah bangsa Israel meninggalkan Mesir dan tiba di Sinai adalah permulaan dari masa historikal Tuhan mengadakan perjanjian dengan bangsa Israel. Musa diutus untuk menggenapi perjanjian ini (sebagai perantara) antara YHWH dan bangsa Israel, keturunan Abraham (Ulangan 34:10-11). Seluruh isi kitab Keluaran berkenaan dengan Perjanjian Kerajaan yang diberikan kepada bangsa Israel dan pengajaran tentang kerajaan yang akan datang.

Harapan-harapan akan Perjanjian ini terdapat di Keluaran 19:5,6. Jika …., maka

Syarat-syarat harus dipenuhi sebelum janji-janji tersebut digenapi. Bangsa Israel telah diperingatkan untuk menjaga perjanjian melalui hubungan iman yang hidup – untuk setia kepada Tuhan dalam hubungan ikatan perjanjian. Ketaatan seperti itulah yang membuat ereka spesial – Keluaran 19:5b. Mereka adalah “Harta Milik yang paling Berharga” (Ulangan 7:6; 14:2, 21;26:17; Maleakhi 3:17).

Berdasarkan hubungan perjanjian iman mereka dengan Tuhan, bangsa Israel menjadi bangsa yang terpilih untuk melayani Tuhan sebagai “Kerajaan Imam” (“Imamat Rajani” bagi Tuhan) – Keluaran 19:6. Fungsi dari keimaman kudus ini berbicara tentang seorang raja dengan imam-imam yang tunduk kepada perintah Tuhan. Melalui bangsa Yahudi perjanjian, segala bangsa akan diberkati – Kejadian 12:1-3; Yesaya 60:1-3)

Pengesahan perjanjian ini dibuat berdasarkan dukungan komitmen yang disepakati bersama seperti yang diharapkan. (Keluaran 19:8; 24:4-8)

PELAYANAN MASIH MILIK BANGSA ISRAEL (Roma 9:1-5)

Dalam masa pelayanan Tuhan Yesus, hanya sebagian kecil dari bangsa Israel yang masih setia dan memegang perjanjian dgn Tuhan. Sisanya (sebagian besar) diputuskan karena ketidakpercayaan mereka (iman yang tidak kekal) – Roma 11:1-10. Bangsa non-Yahudi yang taat akan dicangkokkan ke sisa bangsa Israel Perjanjian (Keluaran 11:11-20)

BANGSA ISRAEL PADA AWAL PERJALANAN PERJANJIAN DENGAN TUHAN.

Tuhan menggambarkan bangsa Perjanjian pilihan Israel pada mulanya sebagai:

  1. Pokok anggur pilihan -- Yesaya 5:2

  2. Pokok anggur pilihan, benih yang sungguh murni -- Yeremia 2:21a

  3. Domba -- Mazmur 78:51,52; 79:13 (80:1); 100:1-3; Yesaya 53:6; 63:17-19.

PERJANJIAN YANG TERPUTUS

Karena dosa dan pemberontakan umat Perjanjian Tuhan, maka Tuhan memberikan mereka hukum-hukum sehingga mereka dapat menyadari dosa ketidaktaatan mereka, kembali kepada Tuhan melalui pertobatan, mencari pengampunan dan kemudian berjalan dalam iman kembali pada hubungan perjanjian. Hukum itu adalah untuk kebaikan umatNYA selama mereka berespon sesuai dengan yang dimaksud - Galatia 3:19,24. Sayangnya, banyak dari mereka tidak merespon dengan benar. Mereka melanggar hukum dan berdosa, memutuskan perjanjian dengan Tuhan dengan etidaktaatan yang disengaja dan pemberontakan. Kutuk dari dosa (memutuskan perjanjian dengan Tuhan) mengakibatkan hukuman dan akhir dari hukuman itu adalah kematian spiritual (Kejadian 2:17; Roma 6:23) . Melalui ketidaktaatan dan dosa yang terus menerus, bangsa perjanjian Tuhan memutuskan perjanjian yang telah mereka buat dengan Tuhan di kaki gunung Sinai. Sangatlah menyedihkan bagi Tuhan untuk melihat umatNYA berjalan dalam kesombongan dan mengandalkan diri sendiri, tidak berjalan dalam perjanjianNYA - Yesaya 1; Yeremia 3:6-14. Jadi, Tuhan tidak lagi menganggap mereka sebagai umatNYA karena mereka telah meninggalkan Tuhan – Ibrani 8:9.

ISRAEL DAN AKIBAT DARI PEMUTUSAN PERJANJIAN DENGAN TUHAN

Cara Tuhan menjelaskan bangsa yang tidak taat:

  1. Yeremia 2:21b- “pohon anggur busuk dan pohon anggur liar”

  2. Hosea 10:1,2 – “pohon anggur yang riap tumbuhnya , yang menghasilkan buah” sesuai dengan Roma 10:1-3

  3. Yeremia 50:6 – “domba yang hilang”

TUHAN MENGHUKUM UMATNYA DENGAN GANJARAN - Ibrani 12:5-13

  1. Imamat 26:33-38 – tercerai berai

  2. Bilangan 14:11,12 – sakit penyakit

  3. Ulangan 9:6 – milik pusaka yang diambil

  4. Ulangan 28:25,48; 32:28 – terpukul kalah oleh musuh

  5. 2 Raja-raja 17:13,14,19,21 – umat yang tegar tengkuk dan berdosa

  6. 2 Tawarikh 36:14 – mencemarkan Tabernakel Tuhan

  7. Yesaya 42:18,19 – tuli dan buta

  8. Yeremia 2:7 – mencemarkan tanah Tuhan

  9. Yeremia 5:11 – umat yang tidak setia

  10. Yeremia 32:20 – membangkitkan murka Tuhan

  11. Yehezkiel 7:25 – ketakutan , tidak ada damai

  12. Mikha 7:13 – bumi yang tandus

  13. Tertawan - 2 Raja-raja 21:11-15; Yesaya 39:6; Yeremia 4:7; 9:16; 12:7; 13:19-21; 15:2-5,14; 17:4; 24:8-10; 25:8-9; 32:4,5; 34:1-3,21; 38:1-3; Yehezkiel 5:12,14-16; 12:10-12,15

TUHAN MENJANJIKAN PERJANJIAN YANG BARU DAN LEBIH BAIK

Semua hukuman dan ganjaran pada bangsa pilihan yang dikasihi Tuhan terjadi karena mereka memutuskan perjanjian yang mereka buat dengan YHWH. “Semua yang Tuhan telah katakan, kami akan lakukan dan taat,” mereka telah mengakuinya dan Tuhan menyatakan, “Aku akan menjadi Tuhanmu dan kamu akan menjadi umatKU.” Tetapi, begitu cepat mereka berbalik dari ucapan mereka dan memutuskan perjanjian! Mereka menjadi tandus, mandul, terbuang dan ditinggalkan tanpa pimpinan Tuhan. Pemazmur yang melihat tangan Tuhan, meratapi ganjaran Tuhan dan memohon agar Tuhan kembali dan mengunjungi pohon anggur. (Mazmur 80:7-19)

Terlepas dari ketidaksetiaan mereka, Tuhan yang penuh belas kasihan (Ibrani 8:12), telah berjanji untuk mengadakan Perjanjian baru dengan umat Israel – Yer 31:31-34 (lihat Ibrani 8:6-13; 10:9-25)

TUHAN MENJAWAB DAN MENGUNJUNGI ISRAEL SETELAH 400 TAHUN MASA YANG SUNYI

Setelah nabi Perjanjian Lama terakhir telah tiada, Tuhan tetap diam dan tidak berbicara sepatah kata pun pada Israel selama 400 tahun. Apakah Tuhan melupakan mereka? Tidak! Tuhan itu setia; Ia akan menepati janjiNYA - Ia tidak bisa berbohong! Tuhan mengingat tangisan para pemazmur (Mazmur 80:7-19)! Penantian panjang Israel akan datangnya Tuhan akhirnya tiba - Lukas 1:67-73; 19:41-44. Tuhan bahkan datang mengunjungi mereka- dalam rupa manusia Yesus sang Mesias untuk menggenapi janjiNYA akan hubungan perjanjian baru dengan mereka (Yeremia 31:31-34). Tuhan itu setia dan IA tidak pernah mengingkari janjiNYA. Tetapi, setelah yang Tuhan telah lakukan untuk umat perjanjianNya, Israel (1Tawarikh 17:21,22), hanya sebagian kecil yang tetap tinggal di dalam perjanjian ketika Yesus datang. Orang-orang inilah yang disebut Israel sejati. Sedangkan sebagian lainnya tinggal di luar perjanjian dalam ketidakpercayaan. (Roma 9:6-8, Gal 4:28).

YESUS DATANG UNTUK MENGGENAPI JANJI TUHAN AKAN PERJANJIAN BARU DENGAN KAUM ISRAEL – Yeremia 31:33

Oleh anugrah Tuhan, Kristus datang untuk mematahkan setiap kutuk hukum Taurat atas dosa – Kisah Para Rasul 3:25-26; Galatia 3:13.

  1. Kristus sebagai perantara dari Perjanjian Baru – Ibrani 8:6-9,13; 9:15

  2. Kristus, keturunan Abraham, datang untuk menebus/memerdekakan bangsa perjanjian dari belenggu dan kutuk hukum Taurat dan menawarkan mereka sebuah hubungan Perjanjian Baru. Tuhan menginginkan supaya Israel dipulihkan dalam hubungan perjanjian dalam DIA melalui anakNYA dan supaya mereka sekali lagi menjadi saksiNya di dalam dunia, menarik semua bangsa pada pengenalan keselamatan akan Tuhan dan Juru Selamat yang Benar dan untuk ambil bagian dalam hubungan perjanjian dan berkat-berkat dalam Mesias – Galatia 4:4,5

UNTUK SIAPA KRISTUS, YANG DIUTUS, DATANG UNTUK MENCARI ?

Matius 15:21-24; Matius 10:1-7; Lukas 19:10 – Domba terhilang dari kaum Israel, mempelai perjanjian yang terasing- umat yang diselamatkanNya. Sebelum Yesus memulai pelayananNya, Yohanes Pembaptis, pendahulu Kristus telah terlebih dulu datang, memanggil umat perjanjianNya untuk bertobat – Matius 3:1. Setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes, Ia memulai pelayananNya, juga untuk memanggil bangsa perjanjian untuk melakukan hal yang sama – Matius 4:17. Perhatikan bahwa Kerajaan yang akan Datang sudah disebutkan.

Untuk apa mereka bertobat? Untuk dosa ketidaktaatan dan ketidaksetiaan mereka terhadap Tuhan Perjanjian Israel. Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus Kristus datang untuk memanggil Israel pada pertobatan dan untuk kembali pada perjanjian dan hubungan dengan Tuhan mereka; untuk dipulihkan dalam Perjanjian yang telah mereka putuskan. Tuhan sungguh-sungguh menginginkan mereka untuk bertobat dan kembali kepadaNya – Kisah Rasul 3:25,26; Roma 1:16; Matius 18:11-14.

Sebelum pelayanan Yohanes Pembaptis dan Yesus, tidak banyak orang saleh Yahudi Perjanjian Lama yang tetap setia mencari Mesias (misal: Zakharia, Simeon, Ananias, Hana, Yusuf Arimatea). Tetapi, Yesus datang untuk mencari buah iman dari seluruh bangsa – Lukas 13:7. Apakah Ia menemukannya? Kebanyakan dari mereka menolak Yesus sebagai Mesias – Yohanes 1:11. Hanya sebagian kecil (sisa) dari bangsa itu merespon pada panggilan pertobatan dan kesetiaan. Beberapa dari sisa ini adalah mereka yang merespon pengajaran Yohanes Pembabtis (Matius 4:17-22; Yohanes 1:35-45) sebelum Yesus memulai pelayananNya. Yohanes mempersiapkan umat ini untuk Mesias - Lukas 1:13-17.

APA YANG TERJADI TERHADAP SEBAGIAN LAINNYA DARI BANGSA ISRAEL?

Sebagian besar dari mereka menolak untuk percaya. Mereka tetap tidak taat dan terpisahkan dari Tuhan Perjanjian mereka. Beberapa mengikut Mesias dengan motivasi tersembunyi atau egois, tetapi tidak bertahan lama – Yohanes 6:26. Yang lainnya jatuh karena kurangnya ketekunan iman di dalam masa-masa sukar, perlawanan yang meningkat dan penganiayaan dari pemimpin Yahudi yang tidak percaya – Yohanes 6:66-69; 9:22; 12:42,43; 16:1-6. Mereka yang tidak berbuah dan tidak taat akan dicampakkan Matius 8:5-13; Yohanes 15:1-11; Roma 11:20 – diputuskan (dari hubungan perjanjian – tetapi tetap diselamatkan)

Dapatkah Tuhan mencangkokkan mereka kembali lagi? Ya, tetapi dengan syarat bahwa mereka bertobat dari ketidakpercayaan mereka (apistia, ketidaksetiaan) - Roma 11:23. Ini adalah pesan sebenarnya dari Yohanes Pembaptis dan Yesus datang untuk mengajarkan pertobatan (Matius 3:1; 4:17,23).

Di dalam masa Perjanjian Lama, pemimpin dan nabi yang tidak jujur membawa bangsa Israel menyimpang dari Tuhan dan menjadi “domba yang hilang” – Yeremia 10:21; 23:11-15; 50:6; Yesaya 56:10-12; Yehezkiel 34:7-12. Ketika Yesus, Gembala yang Baik datang, Ia mencari domba-dombaNya yang “hilang” (menyimpang– tetapi masih selamat)” untuk kembali kepadaNya – Matius 18:12,13; Roma 9:5; Lukas 19:10; 1Petrus 2:25; Yohanes 10:11-13. Tetapi, kumpulan pemuka agama Farisi, Saduki, dan imam kepala yang ada pada masa itu juga menyesatkan bangsa itu dengan memutarbalikkn mereka dari Yesus di dalam ketidakpercayaan melalui hukum manusia dan adat istiadat – Matius 15:1-3,7-9,12-14; 23:1,2,13-39 (Roma 10:1-4).

Kecuali sedikit dari mereka yang setia mengikut Yesus sebagai Mesias, sisanya tetap sama – tidak taat, tidak setia, dan tidak berbuah! Ingat Yesaya 5:1,2; Yeremia 2:21,22? Tuhan dalam rupa Yesus Mesias datang, mengunjungi anggur pilihanNya, mempelai wanitaNya, domba-dombaNya, tetapi mereka menolakNya – Yohanes 1:11; 10:25-27. Akhirnya, bangsa Israel tidak lagi menjadi domba perjanjian Tuhan.

UMAT YANG TERSISA

Marilah kita melihat lebih dekat kepada beberapa yang mengikut Yesus sebagai Mesias. Mereka adalah sedikit dari bangsa itu yang setia, domba perjanjian yang sejati, sisa dari bangsa Israel yang menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus Kristus, Gembala yang Agung, percaya dan mengikut Dia dalam iman, memasuki hubungan perjanjian yang baru dengan Tuhan dan Kristus, menerima baptisan yang Alkitabiah (Roma 11:1-5). Mereka ini adalah “ranting-ranting” dari seluruh bangsa Israel yang tinggal di dalam pokok anggur sedangkan ranting-ranting yang tidak percaya akan dipatahkan (Yohanes 1:12; 15:1-5). Mereka akan menjadi umat perjanjian Tuhan yang baru.

UMAT PERJANJIAN BARU YANG DIPERSIAPKAN OLEH YOHANES PEMBAPTIS.

Sebelum Yesus memulai pelayanannya, Yohanes Pembaptis diutus Tuhan untuk mempersiapkan Umat Tuhan bagi Yesus Kristus (Markus 3:1-3; 4:4,6; Matius 17:10-13). Pelayanannya diberitakan oleh malaikat Tuhan (Lukas 1:13-17; Markus 1:1-4). Ia mempersiapkan bangsa Israel untuk Yesus, memberitakan bahwa kerajaan Tuhan sudah dekat dan bahwa Kristus adalah Raja atas kerajaan kekal. Ia memberitakan pesan dan baptisan pertobatan (Matius 3:2; Markus 1:4; Lukas 3:3), membaptis mereka-mereka yang sungguh-sungguh bertobat (Matius 3:7-10).

Kekuasaan ilahi Yohanes dipertahankan (Yohanes 1:6,33; Matius 3:13-17; 21:23-27; Lukas 7:28-30)

ORGANISASI DARI PERKUMPULAN PERJANJIAN BARU YANG PERTAMA – EKKLESIA MILIK KRISTUS

Yesus mengorganisasi umat Perjanjian Baru yang pertama dari murid-murid Yahudi yang Yohanes Pembaptis telah persiapkan. Ini terjadi pada awal pelayananNya tidak lama setelah Ia datang ke Galilea untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Murid-murid yang adalah sisa-sisa bangsa Israel yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias inilah yang disusun menjadi Gereja Perjanjian Baru yang pertama (Ekklesia). (Gereja mula-mula bukanlah gereja Katolik Roma!)

Marilah kita melihat beberapa kejadian sebelum gereja mula-mula:

  • Yohanes 1:37-19 (v. 29-36) – Disini, dimulai dari Betania, mereka menerima Yesus sebagai Tuan atau Rabi. Perhatikan nama-nama dari murid-murid Yohanes yang mengikut Yesus (Yohanes 1:40-47 – Andarieas, Petrus, Filipus, Natanael, Yohanes). Murid-murid ini yang menjadi murid-murid Kristus 

  • Yohanes 1:41-2:2 (untuk pertama kalinya sebutan ”murid-muridNya” dipakai). Diduga bahwa dengan segera Kristus menyusun murid-murid ini ke dalam Ekklesia Perjanjian BaruNya. Sebutan ”murid-muridNya” yang selanjutnya terdapat dalam Yohanes 2:11.

  • Yohanes 2:13-17 – Murid-murid Kristus masih mengikut Dia dan diajar olehNya.

  • Yohanes 4:1,2 – Murid-muridNya melayani Dia (memuridkan dan membaptis murid-murid yang lain). Hanya gereja yang mempunyai otoritas ini!

  • Yohanes mengenali murid-muridnya yang meninggalkan dia untuk mengikut Mesias sebagai ”mempelai wanita” yang adalah milik Mesias (Yohanes 3:27-30; Markus 2:18-20; II Korintus 11:2; Efesus 5:21-33; Wahyu 19:6-9)

    • Matius 4:1-18-23 (Markus 1:16-20) – Di Galilea, Yesus memanggil murid-muridNya untuk menyerahkan hidupnya.

    • Lukas 6:12,13 – Kristus menunjuk rasul-rasul dalam gerejaNya dan memberi kuasa untuk mengabarkan Injil dan mendemonstrasikan kuasa zaman kerajaan Tuhan.

TANDA-TANDA GEREJA PERJANJIAN BARU DI BUMI

  1. Kristus adalah pendiri dan batu penjuru gerejaNya (Matius 16:18 –dijanjikan perlindungan ilahi; IKorintus 3:11; Efesus 1:22,23;2:20).

  2. Kristus adalah Kepala dan Imam Besar dari Gereja Perjanjian Baru (Kolose 1:18; Ibrani 10:19-27).

  3. Gereja Perjanjian Baru dibangun di atas prinsip Alkitabiah dan pola dari otoritas yang benar; dan membedakan dirinya dari grup atau denominasi lain yang dibangun atas otoritas manusia. Oleh karena itu, tidak ada gereja perjanjian baru yang dapat didirikan tanpa otoritas dari gereja perjanjian baru yang ada (Matius 28:18-20; Kisah Para Rasul 13:1-4)

KEKEKALAN DARI GEREJA TUHAN DI BUMI

Kekekalan berbicara tentang kesinambungan. Sebelum Yesus meninggalkan bumi untuk kembali kepada Bapa, Ia memberikan otoritas dan amanat kepada Ekklesia-Nya untuk melanjutkan pekerjaanNya di bumi (Matius 28:18-20). Kesetiaan dari Gereja Perjanjian Baru dalam menjaga amanat menyebabkan kelanjutan perkumpulan Perjanjian Baru di bumi melalui penanaman gereja. Selain itu, Tuhan memberikan ”gembala” atau ”pengawas” untuk memimpin, memberi makan dan melindungi domba-dombaNya kepada tiap perkumpulan Perjanjian Baru yang menjadikan Kristus sebagai Kepala (Kisah Para Rasul 20:28; Yohanes 21:15-17; IKorintus 12:28; IPetrus 5:2-4; Efesus 4:11-16).

PINTU MASUK KE DALAM HUBUNGAN PERJANJIAN BARU ADALAH MELALUI PERJANJIAN BARU EKKLESIA

Tuhan tidak melupakan janji Perjanjian Baru dengan kaum Israel (Yeremia 31:31-34). Mereka yang gagal memahami bahwa Kristus diutus oleh Tuhan sebagai Perantara perjanjian yang lebih baik (Baru), tidak dapat melihat kesetiaan Tuhan sebagai pemegang janji yang memiliki tujuan untuk digenapi dalam umat pilihanNya. Di tengah-tengah umat yang tidak setia dan melanggar perjanjian ini, Tuhan tetap menyimpan bagianNya dalam janji. Yesus datang untuk menggenapi janjiNya dalam Yeremia 31:31-34 (lihat. Ibrani 8:6-13)

Sebelum kematian Yesus, Ia mengambil bagian dalam perjamuan terakhir dengan murid-muridNya (Matius 26:26-29). Dalam kesempatan yang tidak terlupakan ini, Yesus menggambarkan hubungan Perjanjian Baru dengan Tuhan melalui tubuh dan darah yang tercurahkan ketika penyaliban (roti tak beragi melambangkan tubuhNya dan anggur melambangkan darahNya, darah Perjanjian Baru). Hubungan Perjanjian Baru ini disahkan pada saat kematianNya. Darahnya yang tercurah, darah Perjanjian Baru menyediakan pengampunan dosa-dosa mereka. Dengan darahNya, Kristus membeli gerejaNya dari belenggu dosa – Kisah Para Rasul 20:28 (Ibrani 9:15-26 – Yesus menyebutkan pengampunan - Matius 26:28).

Sangatlah jelas, bahwa pintu masuk hubungan Perjanjian Baru ini melibatkan masuknya Ekklesia Kristus yang Alkitabiah. Dan masuknya Ekklesia memerlukan baptisan Alkitabiah seperti yang dilakukan oleh otoritas yang benar (seperti yang sudah disebutkan). Penerima baptisan Alkitabiah ini dibaptis dalam Kristus (Galatia 3:26-29; Roma 6:3,4). Hal ini sama dengan dibaptis di dalam perkumpulan Perjanjian Baru Alkitabiah, tubuh Kristus, Ekklesia.

KEMAMPUAN ILAHI DIJANJIKAN KE GEREJA TUHAN DI BUMI (Yohanes 14:15-18;26;15:26;16:7-14; Lukas 24:36-53; Kisah Para Rasul 1:1:1-9,15 DIGENAPI DI Kisah Para Rasul 2:1-5; BACA JUGA AYAT 14,22,29-41)

Selama umat Tuhan bersedia berjalan di dalam Roh, mereka akan mempunyai pimpinan Roh dan kuasa untuk tinggal di dalam hubungan perjanjian di ”dalam Kristus” dan hidup berkemenangan (Galatia 5:16,25; Roma 8:14). Yesus menjanjikan Roh KudusNya berdiam kepada gereja Tuhan (tidak ke semua orang diselamatkan untuk menuntun, mengajar, memperlengkapi dan mempersatukan setiap anggota persekutuan bersama-sama untuk melanjutkan pengabaran Injil Kerajaan sorga kepada seluruh dunia, menjadikan semua bangsa muridNya dan membaptis mereka; Dengan demikian membangun gereja Perjanjian Baru dengan otoritas surgawi yang diberikan oleh Kristus untuk gerejaNya sampai Ia datang kembali (Matius 28:18-20; Kisah Para Rasul 1:8).

SAMBUNGAN KE BAGIAN KE DUA

Gereja Missonary Baptis . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates