Minggu, 09 November 2008


PENDEFINISIAN ULANG BEBERAPA ISTILAH

Di dalam Perjanjian Baru “di dalam Kristus”, ada pendefinisian ulang supaya kepada umat Israel sejati dari 

Tuhan,  bangsa Yahudi sejati atau orang-orang bersunat yang sejati (Roma 9:1-8 lihat. Galatia 3:29; 4:22-31 

{ayat 28}). 

Orang-orang kudus di dalam perjanjian Baru Ekklesia digambarkan sebagai:

a. Disunat di dalam hati Roma 2:17-29.

  1. Orang-orang bersunat yang beribadah kepada Roh Tuhan Filipi 3:3;

  2. Sanggup menjadi pelayan-pelayan Perjanjian Baru 2Korintus 3:6-11;

  3. Israel milik Tuhan Galatia 6:15,16.

(Perhatikan bahwa pasal-pasal ini ditujukan ke gereja-gereja di daerah non-Yahudi. Mereka adalah anggota gereja 

“di dalam Kristus” , bukannya bangsa non-Yahudi yang lama, tetapi menjadi Israel milik Tuhan yang sejati– 

1Korintus 12:1,2; Efesus 2:11; 4:17-19; 1Tesalonika 4:5; 1 Petrus 4:3,4).

(Dispensationalis yang memisahkan Israel dan gereja tidak dapat melihat ini!)


PENTINGNYA OTORITAS ALKITABIAH UNTUK BAPTISAN

Prinsip Otoritas Institusional (Ulangan 12:5-14,32; 14:22-26; 16:6,11,15, 16; 26:1,2; Yosua 22:1-34; 1Raja-raja 8:12-30)

Tuhan tidak berkenan dengan mereka yang tidak setuju dengan ini– Yosua 22:10-34 (melawan perintah ini mengakibatkan hukuman keras – ayat 19,29)

Tanpa otoritas khusus, tidak ada baptisan Alkitabiah. Tanpa baptisan Alkitabiah, tidak ada Roh Kudus yang tinggal – Oleh karena itu tidak ada gereja yang Alkitabiah. Gereja yang tidak Alkitabiah tidak dapat membaptis secara Alkitabiah! Mereka yang menolak baptisan Alkitabiah diperingatkan (Matius 21:23-27; Lukas 7:29,30).

Apakah yang membuat baptisan “tidak Alkitabiah”?

  1. Ketika seseorang yang dibaptis tidak bertobat – Matius 3:7-9 (Oleh karena itu, bayi/anak kecil tidak dapat dan tidak seharusnya dibaptis!)

  2. Ketika bentuknya adalah selain dibenamkan (baptizo) – Matius 3:16; Kisah Para Rasul 8:36-39. [Kata “baptizo” dalam bahasa Yahudi seharusnya diterjemahkan harafiah dalam bahasa Inggris “immerse” bukannya diterjemahkan “baptize” seperti dalam Alkitab versi lainnya. Menterjemahkan kata baptizo” dengan tepat menjadi “immerse” berarti menyangkal pelaksanaan baptis percik.]

  3. Ketika otoritas tidak berasal dari Tuhan – Kisah Para Rasul 18:24-19:7.

Teladan Alkitabiah tentang Pembaptisan Ulang

Priskila dan Akwila 

adalah orang Yahudi- Yunani (Grecian). Mereka diusir dari Roma melalui Dekrit 

Kaisar Klaudius. Ketika berbisnis membuat tenda di Korintus, mereka bertemu Paulus yang juga

pembuat tenda, yang mungkin membawa mereka kepada Kristus – Kisah Para Rasul 18:1-3. Mulai sejak

itumereka menemani Paulus ke Efesus (Kisah Para Rasul 18:18,19) dimana mereka kemudin 

mendirikan gereja di dalam rumah mereka – 1Korintus 16:19; 2Timotius 4:19. Pasangan yang setia dan

saleh ini dikenal baik dan sering dipuji oleh Paulus. Mereka kemudian kembali ke Roma dan memulai 

persekutuan gereja lain di dalam rumah mereka – Roma 16:3-5

Apolos 

adalah keturunan Yahudi yang lahir di Aleksandria, Mesir dan diajar dengan baik tentang jalan

Tuhan. Ia mengajar dengan hati-hati hal-hal tentang Tuhan, tetapi hanya mengetahui baptisan air oleh

Yohanes Pembaptis. Ia tidak tahu tentang apa yang dikatakan Yohanes di dalam Matius 3:11, “Aku

membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku

lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu 

dengan Roh Kudus dan dengan api. “telah digenapi melalui janji Kristus ke gerejaNya ketika gereja mula-

mula di Yerusalem dibaptis dan berdiam di dalam Roh Kudus pada hari Pentakosta. Apolos mungkin

 meninggalkan Palestina sebelum pelayanan Yesus Kristus di muka umum; oleh karena itu, tidak tahu

mengenai baptisan Yesus Kristus terhadap gerejaNya di dalam Roh Kudus. Ketika Apolos datang ke

Efesus, Akwila dan Priskila yang berada di sana sejak perjalanan kedua Paulus (Kisah Para Rasul

18:19) menemukan dia mengajar dengan berani di rumah ibadat, dan mereka mengajarnya Jalan Tuhan

dengan teliti (Kisah Para Rasul 18:25,26). Nampaknya Apolos telah menerima baptisan air yang benar

dari Yohanes Pembaptis (tidak perlu dibaptis ulang), tetapi setelah itu, tanpa otoritas yang tepat, ia

sendiri yang membaptis 12 murid di Efesus. Setelah diajar Kitab Suci dengan benar oleh Akwila dan

Priskila, ia pergi ke propinsi Akhaya menerima surat rekomendasi dari saudara-saudara di Efesus

(gereja di Akwila dan Priskila? - 18:27; 1Korintus 16:12. Kemudian, Apolos menjadi uskup di gereja

Korintus.

Paulus

Paulus adalah rasul untuk bangsa-bangsa non-Yahudi diutus oleh gereja di Antiokhia untuk membuka gereja. – Kisah Para Rasul 13:1-4; 14:26; 15:40. Kunjungan pertamanya ke Efesus adalah tahap akhir perjalanan misionaris keduanya ke Yerusalem (18:18-21). Dengan terburu-buru kembali ke Yerusalem untuk perjamuan, ia berbicara dengan umat Yahudi di Rumah ibadat untuk beberapa saat. Paulus yang telah bertemu dengan Akwila dan Priskila di Korintus meninggalkan mereka di Efesus ketika ia berangkat ke Yerusalem (18:1-13). Selama Paulus tidak ada, Apolos datang ke Efesus dimana ia sendiri membaptis 12 murid Yahudi. Kemudian, ketika Paulus tiba di Efesus dalam perjalanan misionarisnya yang ketiga, Apolos telah meninggalkan Efesus dan menuju ke Korintus (19:1). Disana, Paulus bertemu dengan 12 murid yang dibaptis Apolos tanpa otoritas Alkitabiah. Setelah mengajar 12 murid ini dengan lebih baik, Paulus kemudian membaptis mereka secara benar (Kisah Para Rasul 19:3-7). Karena mereka telah terlebih dahulu dibenamkan tanpa otoritas Alkitabiah, Paulus ‘membenam ulang’ mereka dengan otoritas Alkitabiah yang ada padanya dari gereja di Antiokhia yang mengutus dia untuk pengabaran Injil (gereja Antiokhia dimulai oleh gereja di Yerusalem). Maka, Paulus menjadi “Anabaptist” pertama dalam sejarah gereja Tuhan.

12 Murid di Efesus 

Ketika Paulus bertemu dengan 12 “murid di Efesus, mereka sudah diselamatkan. Paulus bertanya apakah mereka sudah menerima Roh Kudus sejak mereka percaya, tetapi yang mengejutkan, keduabelas murid ini belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Sangatlah jelas bahwa mereka tidak tahu tentang baptisan Roh Kudus yang disaksikan Yohanes Pembaptis dan Yesus (19:4; Matius 3:11,12; Kisah Para Rasul 1:4-5). Oleh karena itu, masuk akal bila Apolos hanya mengetahui baptisan Yohanes Pembaptis (air) tetapi tidak pernah mendengar baptisan Yesus (di dalam Roh Kudus–Kisah Para Rasul 2:1-4), dan membaptis keduabelas murid ini sendiri (19:2,3 lihat. 18:24,25). Walaupun Apolos telah menerima baptisan yang benar, ia tidak menerima otoritas Alkitabiah untuk membaptis orang lain. Tanpa baptisan Alkitabiah, keduabelas murid ini tidak menerima Roh Kudus yang berdiam di dalam mereka. Gereja Tuhan adalah Bait Tuhan (1Korintus 3:16; 2Korintus 6:16). Hanya melalui baptisan Alkitabiah di bawah otoritas gereja Alkitabiah, maka seseorang mengambil bagian di dalam Roh Perjanjian Baru–Kisah Para Rasul 19:5-7; 2:38,39. Diasumsikan bahwa keduabelas murid ini akhirnya menjadi anggota gereja di rumah Akwila dan Priskila setelah Paulus membaptis ulang mereka. 

Yohanes Pembaptis

Yohanes Pembaptis diberi otoritas surgawi untuk membaptis, tetapi ia tidak dapat memberikan otoritas kepada orang lain untuk membaptis. Oleh karena itu, Apolos sendiri tidak mempunyai otoritas Alkitabiah untuk membaptis walaupun ia sendiri sudah dibaptis secara benar.

Yesus Mesias

Yesus Sang Mesias memegang semua otoritas di bumi dan surga dan Ia memberi kepada ekklesia yang Alkitabiah, dimulai dari gereja mula-mula di Yerusalem, otoritas untuk terlibat di dalam Amanat Perjanjian (Yohanes 4:1,2; Matius 28:18,19)

BAGIAN KEEMPAT

Gereja Missonary Baptis . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates